Langsung ke konten utama

Postingan

RASA SYUKUR

Udara segar menghirup Keindahan semesta Riak penuh kehijauan Suburnya pemandangan sekitar Udara yang dihirup Air yang dikeduk Semua RahmatMu Tak bisa hamba memungkiri Rasa syukur Waktu terkadang lalai Atas perintah Atas ajaran Atas laranganMu Hanya padaMu Tempat bermunajab Tempat pertolongan puncak Makanan yang dikunyah Berkah dan hidayah Tak terlepas Atas Rahmat pertolongan Lindungilah Tak kala tubuh tegar Jasmani inilah Hasil cipta sempurna Semua kehendakMu Jadi maka jadilah Sadar dari kebatilan Di sebuah persimpangan jalan Ingin mengabdi Selamanya untukMu Makassar Kamis, 14 Desember 2017 By Djik22

KAMU

Akulah senjata Akulah bedil Sasaran didagangkan Meraih kuasa jabatan Akulah tameng Akulah pion kecil Dipermainkan di istana Diadu di kemegahan gedung Kamu adalah peluru Kamu adalah senapan Dengan mudah menyetel Bidikan senapan laras Aku harus dibungkam Demi lancarnya politik Demi tegaknya kepincangan Malah berlipat tangan Hei...kamu Cucilah tanganmu berganda Di pundakku Jadilah pegangan bias Inilah kenodaan Inilah perubahan idealisme Pertahanan hanya sekejap Kapan kamu puas? Kalau akulah bom molotov Kamu penakluk ulung Tapi ini hanyalah Permulaan Aku baru memulai Aku baru menyaksi Marilah bersaksi Demi melebur ajar Makassar Rabu, 13 Desember 2017 By: Djik22

PEREMPUAN MALAM

Kerja bergilir Berganti kecantikan birahi Keluhan berdesah Mencapai saham kaya Banyak tergoda Banyak mencolek Dengam lekukan tubuh Dengan penampilan aduhai Dari pejabat Politisi ke preman Anak bijak Anak jalanan ke aktivis Semua telah mencicipi Siapakah yang salah? Kalau perempuan dilecehkan Kalau perempuan malam Mendatangkan kepuasan Seolah lelaki yang benar Yang paling kuat Potongan nafsu terwaris Lindungilah perempuan malam Sediakanlah Kerjakanlah tenaganya Membuka lapangan kerja Dunia tak kejam Dunia tak hitam Bergelut di politik Bergelut di birokrasi Bergelut di pemerintahan Perempuan juga mampu Sadarlah-sadar Sedini mungkin Makassar Rabu, 13 Desember 2017 By: Djik22

TERIKAT MENUJU KEBEBASAN

Perdebatan panjang Dalam pengemudian nakhoda Bentangan argumen Cerahnya teori Sinergisnya kondisi Lantunan bermetamorfosis Lahir menawari generasi Menerima tanpa menimbang Kepongahan jadi santapan Memang salah Di bawah naungan demokrasi Bebaslah tanpa batas Ada yang keliru Hingga dari terikat Membeludak liberal Lantas mana benerang? Sepanjang berdiri tegak Jangan sembunyi Ikatan suci Jangan labui barisan Warisilah sepenuhnya Warisilah tanpa berbohong Terlalu dini dimainkan Terlalu meraung Taringnya lembu kehausan Di belantara kehimpitan Mari berbenah Bebas yang berbatas Bebas yang amanah Bebas yang bijak Cukup keringat bertumpah Tenaga dikuras Dari gunung ke kota Mendekati dermaga Berlabuh Meneriaki zolim Membombardir lautan darah Hanya bertahan Pada tongkat rapuh Saat dijadikan kayu Dijadikan penangkis Tak kala serangan datang Gabunglah semua kekuatan Air Udara Api Tanah Hingga benteng menguat Makassar Selasa, 12 Desember ...

RACUN DI UJUNG KATA

Dinamika Adalah kedewasaan Pada pendakian memuncak Pada kemurnian laut Pada dasar memutiara Berwarna kebiru-biruan Hanya sayang Mata tak sanggup Memandang nan jauh Lahirnya penipuan Muncullah pembelokan Tutur kata memanis Dengan artikulasi Meyakinkan pendengar Ribuan mata melotot Ratusan telinga menyimak Dengan semangat Suara berlantang serak Awal hingga akhir Setiap susunan baris Ada racun Di ujung kata Masikah murni? Bila kata beracun Masikah manis? Bila berbuat curang Sedikit tergelitik Ada saksi hidup Seakan heran Seakan kaget Atas racun Terselip pada dahi Janganlah Memainkan drama Kalau akhirnya duka Kesengajaan perbuatan Jadilah Lilin merelakan nyawa Makassar Selasa, 12 Desember 2017 By: Djik22

PEMALU TERSIPU

Ritual wejangan nasehat Hendak berlabu menghampiri Di atas hunian Gersangan suara Butiran cemilan hangat Mencoba bersuap bersua Malunya seperti merpati Tapi jinaknya Seperti kucing Janganlah tersipu Di tengah lingkaran Suara celoteh Curahan suara keakraban Gandenglah pemalu tersipu Ajaklah bergurau Biar terbiasa Biar menambah kehangatan Cerita malam berhura Hei pemalu lugu Jadilah penopang Jadilah pelengkap Jadilah abadi sendi Penguat napas kehidupan Pemalu lugu Sederhanalah bersolek Bertahanlah Tak kala nyaman Tak kala rambut memutih Basahilah kerongkongan kering Dengan air keikhlasan Tak ada bacaan Tak ada azimat Semua hanya kebaikan Rawatlah Tetap dewasa dalam laku Bijak dalam berbuat Makassar Selasa, 12 Desember 2017 By: Djik22

LUKANYA DARAH TAK SEMBUH

Sayangnya tiada tara Melebihi menyalanya iba Menyia-nyiakan kasih Dialah penyejuk raga Sandaran bahu Keindahan ramantika Sekarang Jadi yang menyakitkan Bertahanlah pada keyakinan Menepati prinsip tegar Berdiri Jadi wanita hebat Dengan prinsip hidup Luka ini Belumlah sembuh Menimpah pada darah Berujung Kesiksaan batin Luka ini Ingin dibayar kesuksesan Sembari memberi senyum Dengan taringnya gigi Lesungnya pipi Saat ini Goresan belum sembuh Ditusuk diiris Berkali-kali menggores Hati yang sakit Tetap berhati-hati Menimbamg menerima Semua dijadikan kawan Termasuk dia Biarlah kenangan mencatat Iklas merelakan perlakuan Tinggal menambah asa Perbanyak kawan Makassar Selasa, 12 Desember 2017 By: Djik22