Langsung ke konten utama

Postingan

Menahan Benturan Malam (234)

Malam kian berbeda Datang tak sepadan Dengan marah muara Sambil bersembunyi menahan Benturan malam Memang berbeda Dari biasanya Yang membahas kelam Atau kau sia-siakan? Separuh hidup Mengejar kenikmatan Yang dirasai begitu sedap Seharusnya Tak kau salahkan malam Tak kau demam Apalagi pasrah berkuasa Larutkanlah malamu Rayulah dengan aku Biar kau dan aku melawan Menuju kemenangan Bahtera yang lagi tumbuh Di pergantian gaduh Makassar Kamis, 5 April 2018 By: Djik22

Permainan Menikung (233)

Katamu... Akulah kesekian Lalu... Letakanku Pada posisi pertama Yang ditaburi kebohongan Jadi aneh Sebab... Aku telah sadar Aku sudah tahu mengejar Dan diputar beralih Permainanmu... Tak kau sadakan diri Bila tak puas dirayu Ketika jelmakan diri Permainan menikung Di jalan romantika Yang mengaung Terengah-engah berlaga Siapakah pemenang? Yang dijuluki pengkhianat Makassar Rabu, 4 April 2018 By: Djik22

Karena Kau Menanti (232)

Pada pedalaman jiwa Kau berdiam-diam Menahan benturan malam Beri kode penjelas sukma Semua terasa hampa Saat kau menanti Aku di pertengahan kata Bergulat dengan sunyi Seakan kau hadir Di saat aku mengingat Pada kejadian berikrar Yang tertanam sempit Kau menanti Aku yang merindu Kau dan aku seperti bernyayi Lantunkan diri yang piatu Kapan pertemuan? Bila jarak menahan Mengusik perbuatan Yang dibuat melamun Tapi... Aku terus ingat Di setiap hari Sambil menghitung tak pelit Maka... Kau dan aku betemu Di sebuah purnama Dihiasi senja bercahaya Makassar Rabu, 4 April 2018 By: Djik22

Pergi untuk Kembali (231)

Telah lama Aku menetap patok Di waktu yang mengejek Dengan sedikit menghina Kau terus meminta Aku terus melarang Pada satu objek kaca Pada dua hati melayang Sudah sebagian Aku dapati surga Yang kubawa pulang Jadi kebenaran cerita Karena kau menanti Di dermaga tepi pantai Berteman ombak menahan Pada gelombang bau asin Tenanglah... Aku akan pulang Makassar Rabu, 4 April 2018 By: Djik22

Kau Terus Ada (230b)

Aku masih di sini Di samudera Yang tak ada tepi Terbayang kelopak mata Hitungan telah menggodaku Sambil memencet penaku Dengan bunyi yang merdu Menemaniku di hari Rabu Kau menanti Saat penamaan hari Yang begitu lama Membuat pasrah pada kota Hanya kejujuran Hanya keyakinan Alasan kau terus ada Tanpa gangguan luka Makassar Rabu, 4 April 2018 By: Djik22

Atas Dasar Rasa (230a)

Jangan kau campurkan... Aku dalam bara Di ambang bahaya Yang terus menekan Biarkan aku... Dihantam badai Sebagai balasan sunyi Tanpa ada rindu Rindu yang sengaja Menanti pertemuan Dengan hitungan sekian Di abjad pikiran terbuka Atas dasar rasa Maka... Kau terus ada Tertanam di rahasia dada Biarkan aku... Bertarung bersama waktu Yang selalu bersiul Ingatkanku pada bedil Makassar Rabu, 4 April 2018 By: Djik22

Perenungan (229)

Usaha terus gagal Sodorkan lamaran mengganjal Dibalut kertas bekas Tampak rupai berkas Apa yang diisi? Lantas siapa bersedia? Semua punah Sopan-santun dirusaki Dengan ketebalan payah Dikikis perlahan melukai Sampai kering jadi basah Yang baru jadi basi Tersedia berlaga parah Dalam ruang birokrasi Ketika semua... Berbentuk bibit berkuasa Maka... Perenungan bersuara Terengah-engah Perlahan terbata-bata Tak mau mengulang salah Yang menimpa umat manusia Makassar Selasa, 3 April 2018 By: Djik22