Langsung ke konten utama

Postingan

OLAHRAGA MEMUPUK PERSAUDARAAN (457)

Selasa, 31 Juli 2018 lapangan bola kaki Nubalema (Papilawe) dipadati oleh ramainya para penonton yang menyaksikan acara seromonial pembukaan sepak bola antardusun. Namun, tak kala seru di pembukaan pertandingan mempertemukan Perak (Dusun I Desa Nubalema II) dan Dusun I Desa Nubalema. Kali ini, ajang olahraga di dunia sepak bola melibatkan tiga desa dari satu rumpun Nubalema. Yaitu, Desa Nubalema, Desa Nubalema II, dan Desa Oesayang yang terdiri dari sepuluh tim. yang mewakili tiap dusun. Bola kaki antardusun dari ketiga desa sebagai salah satu momentum untuk memperingati HUT RI ke-73. Ajang sepak bola ini sekaligus memupuk rasa persaudaraan dan membina mental anak muda. "Tujuan kegiatan ini adalah membangun sportivitas dan kesolitan Apolo (Nama Tim sepakbola dulu) yang sudah pudar (mati suri)" ungkap Pius Peka dore selaku ketua Panitia. Di sela pembicaraan, Wasis Kadir (selaku pemangku adat) menegaskan dalam sambutannya "Paling tidak, ajang ini mampu membangkitkan...

SEMESTA BERGETAR (456)

Harum bau parfum Menembus ikuti nafas Dihirup bagi yang lewat Antara sadar dan tidak Tapi... Ada keanehan Saat pristiwa datang melanda Membuat yang wangi jadi amis Pada teba-teba jalan Yang dilewati anak darah Tak lupa bersiul memanggil Kemudian menoleh ke arah itu Sontak mata tertuju Getarkan hati Kala rasa tak bisa dibendung Serupa keinginan begitu kuat Lantaran kuasa Menjerit pada kepentingan Yang bukan untuk alam Namun untuk secuil birahi Seolah... Bumi yang dipijak mulai marah Tanah tempat bersandar mulai malas Pada tingkah laku yang aneh Karena tak ada terima kasih Hingga membuat semesta bergetar Sampai mengutuk Datangnya badai melanda Papilawe Minggu, 29 Juli 2018 By: Djik22

TETAP TERTANAM (455)

Lantaran kebohongan Tuan berkoar dalam kata Terbukti pada tingkah-laku Sampai tersesat bagi pendengar Kenapa tuan berbuat? Padahal... Raut kalahkan ulama Belum lagi sikap penuh dendam Atau tuan sebagai penjuru? Dalam setiap keputusan Baik di musyawarah Mau pun di tingkatan terkecil Kalau memang benar Simbol keramat bersuara Maka... Jangan bermain dengan keputusan Sebab... Banyak yang mengikut Bila laku dan kata Seiring sejalan Dalam lautan kalimah Serta ranting-ranting bahasa Yang dulu tuan berkuasa Sampai semua tunduk dan patuh Ternyata darah pembesar Membuat tuan lalai Dalam drama sandiwara Yang tuan cipta sendiri Setidaknya... Kesalahan jangan tertanam Biar akar sebagai penguat Dan biji sebagai bibit unggul Papilawe Sabtu, 28 Juli 2018 By: Djik22

MENJAUH (454)

Kehidupan adalah panggung dari sebuah drama sementara. Lantaran persinggahan sesaat, maka banyak yang berbondong-bondong untuk memupuk kebaikan. Namun ada juga yang tetap berdiri dengan ketidak hati-hatian. Sampai yang salah jadi sebuah kebenaran. Apakah sebuah kebenaran tak perlu dicari? Atau bersikap biasa-biasa dalam kehidupan yang penuh trauma masa lalu? Kalau memang masa lalu merupakan bagian dari sejarah, maka jangan lalai dengan pristiwa masa silam. Karena kejadian-kejadian kemarin sebagai loncatan menuju tangga perbaikan. Bagaimana meraih tangga ketika pijakan mulai kuat? Namun panggilan 'selamat tinggal' terus berbisik. Belum lagi, bunyi hasutan menguji kesabaran dengan berdalil tanpa bukti. Rupanya, kata-kata tak lagi mewakili prikemanusiaan. Hingga mendesak dalam keadaan ramai. Setidaknya diri ini bukan politisi yang suka berjanji, bukan juga koruptor yang menabur senyum di layar kaca. Apalagi, calon pembohong dan penggobral kata demi paras jabatan. Namun, dir...

PESTA DAN CINTA (453)

Guncangan getarkan tanah Dalam alunan musik Penuh riang bersuara Pada malam yang menyengat Hingga kaki terus bergerak Ikuti irama berlantun semangat Sampai keringat mengering Kemudian basah lagi Oh... Goyangan yang luar biasa Seolah menunggu begitu lama Nada cinta yang memanggil Teruslah bergoyang Hilangkan rasa dendam Pupuklah damai dalam detik Merajut menit tali persaudaraan Sebab... Jiwa muda adalah berlian Semangat muda adalah senjata Untuk perubahan maha luas Tetaplah dalam alur Menjalar pengaruhi rasa Sontak berlaga mura rame Dibalut dolo-dolo Yang ramaikan... Tanah Papilawe bersejarah Dengan pesta pemersatu Dengan cinta terus menyejuk Papilawe Jumat, 27 Juli 2018 By: Djik2

AKU DAN CITA-CITA VI (452)

Kalau memang benar hidup butuh pengaturan. Maka, janganlah bermain dengan aturan yang telah dibuat. Karena jika tidak, maka akan membawa malapetaka yang dirasakan bersama hembusan angin dan jatuhnya dedaunan. Kenapa daun terus jatuh mengotori bumi kita dibesarkan? Lalu kenapa sudah beranjak dewasa kebanyakan yang lalai? Ah...Ternyata permainan terus berlanjut. Serupa hidup penuh drama yang dilakoni dengan curang. Sampai di batas patok pun orang-orang beranikan diri untuk melanggar. Hingga kesalahan dianggap sebagai budaya yang perlu diteruskan. Terus kapan tanah ini subur dengan kemajuan? Belum lagi, banyak yang menikung. Sampai tak mengenal lagi dengan sehat dan pikiran berlian. Seolah kekuasaan jadi incaran dan jabatan mengalahkan akal budi dalam putaran drama keadilan. Drama yang membuat penonton terbawa ke alam mimpi. Hingga tak sadar, ada aktor terbaik yang bersembunyi dengan kepentingan pribadi. Apakah hidup tak butuh kebersamaan? Atau kebersamaan tercipta lewat 'darah ...

TERBUANG (451)

Saat kau sanjung Aku terbang begitu jauh Melintasi batas nafas Meluap dalam riang Seolah... Sayap mata berkedip Tak henti tiap hari Sampai terus mengingat Tapi... Kenapa kau begitu tega? Serupa kesenangan hanya mimpi Dan gembira hanya khayal Yang datang kuasai hati Menggoda dalam sukma Hingga tak dapat menimbang Antar lukamu dan sendiriku Oh... Aku tahu tentang rindu Yang kecil dan dewasa Dalam batas umur Rindu hilang sekita Mengalahkan kata manis Dan pelukan hangat Ketika dingin datang Anggaplah... Kau bawa aku ke alam mimpi Saat sadar tiada nyata Sampai aku terbuang tanpa kata Papilawe Kamis, 26 Juli 2018 By: Djik22