Langsung ke konten utama

Postingan

Puisi Tanpa Jeda

Makassar, 291218 | Djik22 1 Kita yang pernah bersatu Kini mulai terpisah Saling pertahankan yang salah Sebagai ego yang kelabu Padahal... Kita tak ingin berpisah Kita tak ingin merasa sebal Antara satu sama lain Akhirnya... Penyesalan pun tiba Bermuara pada diri Sampai semua ditangisi 3 Omong-kosong dengan janji Yang diikrar hari-hari Sampai... Terus dikhianati Memangnya aku apa? Tempat penitip kata Yang terus disakiti Tanpa mengobati Karena sakit terus bertambah Tanpa ada yang menenangkan Pada sebuah kisah Di penghujung tahun 4 Kuingat lagi... Lembaran kemarin Terpaut kisah perjalanan Yang melukis bahagia Bahagia itu selalu ada Pada setiap ingatan Pada setiap renungan Sampai terus berkuasa Biar derita lebih banyak Yang selalu mengelak Tapi... Bahagia terus berteman diri 5 Sudahi saja yang terjadi Membuat kita saling diam Membuat kita semakin buram Kemudian membisu dan tuli ...

YANG DIULANG-ULANG

Orang akan bosan jika terus didesak Terus ditagi tanpa memberi kesempatan Untuk meretas segala yang pelik Menghapus segala kebohongan Iya... Kita sadar akan ragam kebohongan Kita sadar akan segala penindasan Sampai hari ini kita masih seiya sekata Semoga semangat kita Tak surut bersama keluhnya rasa Dan curiganya para pendosa Yang hanya mengada-ngada Aku ingin kita jadi sang pemula bersuara Biar suara kita terus menggema Didengar oleh mereka yang kita lawan Hingga terus menjadi ketakutan Maka... Teruslah megulang-ulang perlawanan ini Biar semangat kita tak mati bersuara Biar keringat kita menuai mimpi Makassar Jumat, 28 Desember 2018 By: Djik22

GELORA KITA TAK LAGI SAMA

Namamu dulu sering hadir dalam setiap hembusan nafas dan detak jantungku. Tapi sekarang, nama itu mulai buram digoda oleh politik penistaan. Kenapa buram karena penistaan? Karena dalam namamu adalah sebuah doa yang salah digunakan mereka. Maka, biarlah namamu tetap abadi dalam gemuruh suara dan kencangnya hasut-menghasut antara satu sama lain. Setidaknya, ajaranmu selalu kujalani tanpa jembatan pemisah. Karena jembatan yang dibangun dengan kucuran dana yang tak main-main. Maka, aku lebih memilih mengingat namamu tanpa biaya. Sebab, sedari awal kita sadar akan kesederhanaan. Karena sederhanaan adalah pegangan kita dan kemehawan yang dibuat-buat adalah hal yang tidak kita sukai. Apakah kau ingat itu wahai manisku? Semoga, ingatanmu masih setajam pisau cukur, penciumanmu sejauh teropong rahasia, dan analisismu sejitu tembakan panah yang tersembunyi. Biar dalam keadaan apa pun, kau tak tergoda oleh tawaran rupiah, jabatan, dan janji-janji palsu yang masih absur. Karena kita s...

YANG TAK KENAL LELAH

Laut adalah kehidupanku Tempat mencari dan dicari Tempat benabur benih menuai rezeki Dari jatuhnya benang pukat dan deru bunyi Laut yang tak pernah membenci arus Dalam gelombang perlawanan Mencari patahan yang tenggelam Selami serpihan dengan tenaga ikhlas Jika laut terus kujabarkan Maka... Ingatan ini mengajak untuk bersua Pada sebuah jarak suara angin kerinduan Biarkanlah aku merindu dengan merdu Memasuki tahap demi tahap Dengan cara yang sedikit gugup Pada setiap langkah kaki dan suara malu Untukmu yang tak pernah lelah Pada gelombang laut dan sampan Pada mata kail dan suara pukat yang jatuh Aku tak ingin jatuh begitu cepat Karena bersamamu adalah bahagia Berada di sisimu adalah kehendak kuasa Hingga aku berada jauh selalu memikat Belum lagi... Usahamu di tanah datar lahan tani Menyeka keringat kala terik Menghadap Tuhan kala waktu menghardik Untukmu yang tak kenal lelah Aku temukan makna hitam dan hijau Dalam dirimu yang bukan melahirkan Dalam ...

SANG PEMULA MENGEJA NEGERI

Sudah terlalu banyak Yang suka ngelawak Yang suka menjual-beli Pada untaian kata yang berlebel janji Iya... Janji mereka adalah lelucon Hanya untuk mencari suara Sampai menggunakan topeng agama Jual-beli janji sering kami dengar Membuat telinga jadi bising Pada keresahan yang terus menjalar Dengan pion jubah yang bergelombang Gelombang kekerasan sering pasang surut Membual dan tak pernah pamit Dengan kata-kata hiasan belaka Menimpah bangsa yang sedang dikuasai Lagi-lagi... Tentang kekuasaan dan jabatan Tentang pembodohan tanpa mengakui Sebagai penyelamat bangsa ini Maka... Kami sebagai sang pemula Kembali ingatakan dengan lembut Kembali bisikan kata biar tak berbelit-belit Karena kami tak lagi suka Dengan terbelit-belit dari suara penguasa Dengan janji sebatas fatamorgana Yang semakin hari mengada-ngada Makassar Selasa, 25 Desember 2018 By: Djik22

KITA YANG MEMBERI KODE

Jika warna hijau telah kau beri Maka... Aku hanya menjawab tanpa berjanji Aku hanya setuju tanpa mengingkari Karena kita tak sedang menagi janji Namun kita sedang menyatukan mimpi Yang sedang berbunga-bunga Yang mulai mekar ditiup angin semesta Untukmu yang memberi kode Jangan terlalu sengaja untuk tak peka Pada kondisi diri yang sedang meminta Agar kita saling menyapa tanpa paksa Karena ketika dipaksa Maka... Kelembutan bebunga tak jua tiba Karena terpeleh oleh ketidakpercayaan Biar kita saling percaya Maka... Kutulis puisi ini mewakili cerita kita Kurangkai kata berderet makna Kalau kita sedang menyelami sunyi Kalau kita sedang tersipu malu Padahal... Kita yang memeberi kode itu Makassar Selasa, 25 Desember 2018 By: Djik22

TERJEBAK

Kita sama-sama terjebak Pada masa lalu yang begitu nyaman Diibalut dengan cerita yang mengikat Sampai kita sulit melupakan Tapi... Itu dulu cerita itu yang pernah bermuara Sekarang bahagia itu mulai pergi Nyaman itu terus pudar terasa Apakah ada yang mampu menganti? Bila hatiku tak mau terbuka Untuk siapa saja yang tiba Karena kenangan itu masih menghantui Untukmu yang pernah singgah Untukmu yang pernah bersama Diri ini membuat sejarah Namun hanya janji dan serapah Serapah masih bermuara Sumpah masih mencekam Di malam yang begitu kelam Saat kuterima sebuah sosok suara Untukmu yang pernah menjebakku Kali ini... Aku harus memaksa diri untuk kuat Walau aku sedang rapuh Kenapa kau pergi tanpa alasan? Dan kenapa dia datang tiba-tiba Yang mencoret kenyamanan Dengan kode lampu hijau menyala Makassar Selasa, 25 Desmber 2018 By: Djik22