Langsung ke konten utama

KARYA YANG HILANG (17)


Luka belum mengering
Baru-baru menganggu
Kini telah datang menerjang
Tanpa pamit berbisik

Telah banyak kutulis bergores
Lantunan gemuruh kupadukan
Terjalnya badai berendap tsunami
Kerasnya batu hidup kulukis
Alam indah senyum menawan
Semua jadi cerita belaka

Kisahmu di medan laga
Berjuang menentang lalim
Tak berbaju di atas mobil
Itu tak lagi ulang kubaca

Kau adalah roh suci
Kau adalah semangat berikat

Kenapa begitu cepat?
Tanpa pamit meninggal nyawa
Kaulah umur yang pendek
Seperti bayi yang baru lahir
Tapi tak bernapas
Seperti kapas memutih
Dikotori hitamnya arang

Yang hilang
Karyaku...

Jujur belum ikhlas
Belum berani lagi
Menggores menyusun ribuan kata
Kau adalah anak yang gagal
Belum sempat kubalas budi
Belum sempat kuucap syukur

Ratusan kata bermaknamu
Telah kau bawa hilang
Seperti hembusan angin
Hanya dirasai tak digenggam

Makassar
Senin, 8 Januari 2018
By: Djik22

Komentar