Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

SERING MEMBUAT RESAH

Tidurmu tiada nyenyak Kedamain digilas ketakutan suara Bukan hanya suara Tapi kata yang menusuk Langkahmu terus maju Dengan dunia baru Telah melewati napak tilas kelam cekam Damaimu terus dihantui Segala macam perlawanan gelombang Ia tak mati dimakan usia Menanam keiklasan pemberinan Tak harap belas kasih Tangismu sudah mengering Resahmu mengurang Letih memudah Jalan pulangmu tertutup sedih Penuhi kebohongan janji setia Hanya penghianatan penerapan sesat Kepercayaan memudar mewarnai raga Ia terus dikenang ahkir hayat Mata terbuka masih lebar memandang Darimu kekuatan melawan tragedi Suguhan literasi bermakna ganda Jadi cerita anak cucu Generasi ditanami kebencian Suara muda terus berkobar Menyertai dengan sentakan Menemani kobaran api kata gelap Mudah didengar Sulit diterima Tanpa ditimbang Kegaduhan tertanam Suapmu tak manis dirasa Semua tinggal tragedi silam Makassar Selasa, 27 Juni 2017 By: Djik22

TANGAN TAK SAMPAI

Kejamnya zaman Keadilan harga murah diraih Kesenjangan menggerogot digilas sejarah Biaralah sejarah terus tergores Tapi tiada mati karena sejarah Kelam hitam kota yang menaungi Ialah dipenuhi gerimis rerintik hujan Saat semua kembali ke fitrah diri Ibarat bayi baru dilahirkan Kota tiada mati bangkit Dialah saksi dari setiap polemik Semua ialah kesengajaan pahit Walau pernah terikat Tangan tak sampai Membalas segala ucap tulus Ia hanya dibalas tulus Segala maaf menyertai anak sebaya Majulah Bagkitlah Dari segala terpuruk Ia bukan November membawa kelam Ia adalah Juni Gagasnya dasar negara Minggu, 25 Juni 2017 By: Djik22 Edisi Idul Fitri

BUDAYA DIGILAS

Kejamnya budaya kapitalisme Semakin menggerogot bangsa Semua dengan dalil kemajuan sesama Hadir dengan beragam isme Nasionalisme sebatas slogan Penerapan jadi miskin Kian hari terus digilas Mainan pasar merajalela Keadilan milik si kaya Penindasan diterpa meratap Tangisan pelosok tiada henti Hanya berpangku tangan meninton Generasi mudah menikmati selingkuh kaum elit Generasi diragukan konsisten diri Seolah negara milik penguasa Siapa kuat jadi bertahan Hukum rimba diterpa badai Budaya gotong-royong musnah Musyawarah mufakat jarang dimanfaatkan Hasilnya nihil Perbedaan jadi sekat Ia bukan pemersatu Mempertahankan demi kepentingan ideologi Tak sadar sama akan tujuan Jangan menjadi parasit Ia selalu nenempel Hasilnya jadi kelinci kerdil Kelinci penuh kebusukan Kemanakah budaya bangsa Kalau tak mengikikuti halauan bangsa Makassar Minggu, 25 Juni 2017 By: Djik22

BERSAMA SEDERHANA

Melepas batas lintasi antero hidup Mengisi relung keramaian malam Menyemari sum-sum belulang Menemani secangkir kopi melepas dahaga Rasa itu selalu ada tiada henti Raga bertemu di bawah naungan kedamain Biar hanya sesaat bersua Berani dicampuri malu bercerita Sosok sederhana melipat kaki di tengah lingkaran Sesampai mata tiada berhenti memandang Bersama sederhana kebersamaan Bukan karena keterpaksaan Semua kedekatan tiada akhir Hingga penuh keberanian melawan sukma Ialah cerita sukar ditebak Inikah kejujuran tiada terungkap Indah bahagia bersama meraih Iringan suara berbising mendekati telinga Suara sumbang kutikan gitar Suara itu dari kedalaman jiwa Makassar Kamis, 22 Juni 2017 By: Djik22

LANTARAN KEJAM

Berlarilah nengejar Berhentilah bila salah Baikilah capai kebenaran Bukan pemikiran primordial Di alam kaya raya hidup anak terlantar Di sini menerima hujan duka Derita raga tiada terdamai Dahulu hingga kini Masih sibuk anak lanang meraung Meniti air mata hak subjektif Melupa kondisi objektif pertiwi Menahan bila disebut salah Kapan sama berdamai Keras usaha seputar salah benar Kepalan menyatu tiada sampai Kian hari hati melapuk Duduklah melingkar Dialektika dimana tempat Dogma tiada solusi Dorongan kamar kecil harap perubahan Menonton kejam permainan elit Monoton memandang problematika Senin, 19 Juni 2017 By: Djik22

LUAR TERIAK DALAM DIBUNGKAM

Menyimak jadi budak Mengekor gaya koruptor Sitem mengikat Benar diasalahkan Salah dibenarkan Berjalan di atas rerintihan Yang tahu melarang melawan Dibangun dasar ketakutan Negeri ini bukan rimba Penerapan hukum rimba Sekolah mendidik jadi mesin Ekonomi penghambat usaha kreatif Dia milik kaum berduit Budaya lapuk Malu anggap biasa Kembali ke jati diri bangsa Putar haluan kelola sendiri Mandiri tiap sektor Butuh kepekaan gerak Mati gerak Mati usaha Mengikut jadi pengikut Warisan kebodohan tiada dicerna Hanya bergulat satu kreasi Nikmatilah hidup Jadi penerus berdiri di garis kebenaran Sabtu, 17 Juni 2017 By: Djik22

MATA MELOTOT

Maju memikir tiada kolot Selalu dimulai yang ringan Berat dikaji bersama Sulit melingkar demi kungkungan Dari baring penuh mimpi Tapi ialah butuh aksi nyata Bukan kamar ke kamar Hingga capai hanya alam semu Hidup alam nyata penuh resah Romantika bukan kegagalan Makna transformasi ilmu adalah pencarian Membuka diri penuh pancingan Bukan saling menjatuhkan Dialah perpaduan keberagaman Hingga mata melotot menemani malam Perubahan kecil ke besar Teruslah bermimpi Ruang baru penuh dikuasi kapitalisme Bukan lingkaran setan keniscayaan Butuh metode dialektika pengkajian Teruslah mengisi sampai akhir Mati gaya Tida mati gerak Berkarya sepanjang hayat Kepal tangan beramai Selasa, 13 Juni 2017 By: Djik22 #InspirasiInsial"T"

JEMARI TERJEPIT

Kanfas mengering tiada terlukis dinding Seolah cita citra terhenti Sang waktu menyibukan anak zaman Mengalah kemenangan gambar Semua meniti arus waktu Tak terbatas berkarya maju Mandiri segala bidang Hanya milik sosok penguasa Dengan halal beragam cara Kejujuran hanyalah hipnotis Kebenaran suara lemah terbungkam Maju laju kekuatan baja Menjebol lawan kekuatan politik Rakus resa kekonyolan Tercipta sekat pemisa setiap kelas Kekokohan terbangun langkah demi langkah Dasar dijadikan hujatan Dia tak milik bersama Bukan sama rasa sama rata Tapi sama ratap sama tangis Sembunyi tangan saling tuduh Tiada kesadaran karena keberagaman Makassar Senin, 12 Juni 2017 By: Djik22