Langsung ke konten utama

Puisi Dua Jemari

KITA MEMULAI
/PDJ/ (1)
Oleh: Djik22

Sebelum pagi menjemput
Aku ingin kita tidak terhanyut
Pada segala rayu yang terus menyapa
Pada segala kata yang terus terselip rasa

Karena bukan rasa yang menyatukan kata
Namun karena niat baik mengikat kita
Dengan tali budaya bisikan semesta
Degan bisikan pulau ketuban belantara

Maka...
Dekatilah aku dengan kata-kata indahmu
Biar kutahu tentang kedalaman asa
Dalam genggaman dua jemari

Hingga hari ini aku sadar
Setiap patahan kata-kata jujur
Yang kau titipkan lewat angin malam
Yang kau tulis bukan membuat kelam

Degan senang hati
Aku menyambut tanpa berdiri sendiri di sini
Temani ragamu
Biar kita memulai menulis puisi dengan hati

Makassar, 23 Februari 2019
→○○~
TELAH MENYAPA
/PDJ/ (2)
Oleh: Djik22

Udara pagi ini
Memang luar biasa
Kala tiba suaramu mandayu rasa
Dengan pilihan kata tentang inawae berbudaya

Ialah budaya penguat menjerat
Yang selalu mengapit melepas penat
Yang kuteguk dengan secangkir kopi
Yang rasanya tak begitu pahit

Membuat bibirku terus bergetar
Saat mendengar suaramu
Penuh tawa yang menggelegar
Pada setiap patahan arah bicaramu

Tampaknya tak ada malu terselip
Untuk kita saling tertutup
Dalam sebuah permulaan tanpa kelam
Dalam kesederhanaan yang tak redup

Maka...
Aku mulai membalas kata
Untuk menjawab sepertiga malammu
Untuk melengkapi inspirasi pagimu

Hingga pintaku padamu
Janganlah pergi jauh dariku
Kalau hadirmu penuh doa
Dan tak ada air mata

Karena yang kusampaikan adalah puisi
Menggambarkan rasa hari ini
Tentang keistimewaan peletak kata
Tentang ingin yang telah menyapa

Makassar, 24 Februari 2019
→○○~
TANPA RUPA
/PDJ/ (3)
Oleh: Djik22

Ialah kita yang saling menyapa
Menjawab salam penuh rasa
Yang disambut dengan kata hati
Yang ditaburi dengan potongan senyum

Numun hanya kudengar suara
Dalam hati tergoda tanda-tanya
Kapan kita bertemu?
Biar segala ingin bisa terpenuhi

Karena kita sudah bangun komitmen
Tak akan bertemu lagi
Tak akan memeluk kembali
Walau hanya sebentar saja

Sebab...
Dunia kita begitu berjarak
Membuat kita hanya berani bertemu
Dalam puisi dua jemari yang menunggu

Ialah menunggu tentang sapa
Ialah mencari dekapan yang menanti
Seperti lilitan tali-temali
Menjadi satu di jejak menjawab hari

Karena kita baru memulai
Karena kita baru berkenalan
Maka..
Tanpa rupa dalam suara maya

Makassar, 24 Februari 2019
→○○~
KALI INI SAJA
/PDJ/ (4)
Oleh: Djik22

Ialah kita yang menyapa
Ialah kita yang saling temu
Dengan hitungan waktu
Dan kusulam kata menyapamu dengan tawa

Karena inilah pertemuan kedua
Ternyata bukan sebuah mimpi
Apalagi...
Hanya suara tanpa rupa

Hadirmu terlalu cepat
Dan pulangmu begitu menyayat
Pada beberapa kata yang masih suram
Pada sederet bahasa digauli malam

Masih saja tangan menggenggam
Di antara dua jemari
Kurasakan pesan tersampaikan
Hingga kupersilakan duduk berdempetan

Kalau katamu dunia kita bukan jarak
Maka...
Kukatakan dunia kita adalah rasa
Yang terungkap melalui kata
Yang tertuang di bahasa permulaan

Kitalah sepasang asing jemari
Coba mengisi hari
Dengan puisi dua jemari
Yang terus menggoda hati

Dan izinkan aku terlarut dengan rasa
Biar aku tenggelam dalam perenungan
Dan terus bertahan
Walau pintaku hanya kali ini saja

Makassar, 26 Februari 2019
→○○~
SALING MELENGKAPI
/PDJ/ (5)
Oleh: Djik22

Terpancar cahaya di raut yang berseri
Pada temu yang singkat kita menyapa
Ada rasa dan getaran muntahkan gerogi
Dalam gelombang cerita penuh canda

Kita yang saling mencoba
Memasuki tanya satu demi satu
Namun suasana ramai kalahkan rasa
Dan kita kelihatan saling kaku

Bagimu mungkin ada rindu
Membawamu pulang setelah bersua
Biar menemukan obat penawar
Demi membayar rasa rindu menggebu

Banyak hal yang tersirat
Pada temu malam itu
Yang kita coba mengenal lebih dekat
Yang kita coba lewat berbagi rayu

Masih adakah getaran rasamu?
Bagaimana keadaan setelah pulangmu?
Melewati rasa yang baru dimulai
Merawat dalam doa biar kita saling melengkapi

Makassar, 26 Februari 2019
→○○~
RINDUMU MASIH ADA
/DPJ/ (6)
Oleh: Djik22

Kata-kataku terus ada
Demi mewakili rasa
Dalam tegukan kopi
Datangkan imajinasi

Apalagi...
Kita mengawali kata dengan tanya
Demi melengkapi rindu tak bertepi
Antara kita berdua menggebu berkala

Aku masih di sini
Dengan senyum dan tawa
Dengan rasa dan ragu mengingat tatapanmu
Dalam diam kau membayar rindu

Ternyata senyumku
Pelan-pelan kau ikuti dan tenggelam
Dalam sebuah pengakuan malam
Yang kutahu lewat gerak-gerikmu

Semoga diriku tak salah menilai
Atas telaah kata lewat puisi
Tempat kau bersembunyi rasa
Tempatmu menaru harap kalau rindumu masih ada

Makassar, 28 Februari 2019
→○○~
MENATA HATI
/PDJ/ (7)
Oleh: Djik22

Masih saja kita terjebak eja
Dengan pembahasan yang sama
Tentang rasa yang terus bersuara
Tentang suasana yang terus membara

Belum lagi...
Kata hati terus menagi
Pada segala macam ungkapan
Pada tiap-tiap lorong hampa penantian

Karena mataku sudah tak berdusta
Apalagi...
Inginku terus berkata
Kalau aku di sini masih saja menanti

Entah kapan kita bertemu kembali
Pada temu yang terus merindu
Pada rasa yang berbisik P E R H A T I A N
Biar bisa satukan kesepakatan

Namun tak segila itu membuang waktu
Dalam bacaan-bacaan rindu
Yang kutarik makna kata dalam puisi
Kalau kau ingin kita menata hati

Makassar, 1 Maret 2019
→○○~
MENANGGUNG RINDU
/PDJ/ (8)
Oleh: Djik22

Malam telah kita lewati
Kemudian ramai gantikan sunyi
Membuat diriku terus kesepian
Untuk menyampaikan perasaan

Karena perihal rasa
Membuat aku selalu terjaga
Pada segala harapan
Pada segala rindu yang tertawan

Hingga tak ada titik jenuh
Disulap jadi keluh
Mengisi hari yang selalu mengait
Melewati waktu yang sering mengapit

Karena kaulah alasan rasa tak tamat
Walau belum menemukan tempat
Tepat di hatimu
Tepat di penantianmu

Untuk sementara waktu
Aku memintamu untuk menunggu
Dengan senyum pada khayalmu
Dengan ingatan yang selalu awet

Belum lagi...
Tanyamu tentang kapan bertemu
Lewat bahasa hati dalam puisi
Biar kita tak lagi menanggung rindu

Makassar, 1 Maret 2019
→○○~
KEPASTIAN
/PDJ/ (9)
Oleh: Djik22

Kita sama-sama terjebak rasa
Kita saling gantungkan harap
Yang coba perlaban dibuka
Pada separuh malam yang gelap

Dan kita tambah bimbang
Dengan segala perantara
Yang coba kita tuang
Perlahan-lahan tambah terasa

Ialah berulang kali
Membahasakan temu
Ialah sering kali
Menanyakan hatiku untuk siapa

Semoga semua bukan rayuan
Semoga semua bukan hanya jebakan
Tentang pengakuan kenyamanan
Tentang bertahan dan menanti

Dan kita sama-sama
Menanggung rindu setelah temu kedua
Membuat kita
Paksakan diri beri kepastian

Namun aku katakan dengan terbuka
Kalau hatiku untuk semesta bahasamu
Rinduku segalanya kata-kata jujurmu
Dan rasaku masih meminta segala kepastian

Apakah kita terjebak pada rayu?
Apakah semua hanya puji-pujian?
Atau masih saja kita memendam rindu
Kemudian dengan diam kita malu-malu

Makassar, 1 Maret 2019
→○○~
UNTUKMU RINDU
/PDJ/ (10)
Oleh: Djik22

Kita tak biasanya merayu
Kita tak suka pada jebakan
Namun kita ingin ungkapkan kejujuran
Hingga kini masih terhanyut menunggu

Karena terlalu lama menunggu
Akan datangkan bimbang berlaku
Tentang temu yang belum pasti
Tentang rasa yang masih mencari

Apalagi...
Kau sering meyendiri dalam ramai
Membuat budaya sunyi jadi kawan
Dan pasti kau korbankan perasaan

Apakah kita harus berdebat?
Mencari jalan makna siapa K I T A
Kemudian melalui kata
Kita hanya terapkan permainan waktu

Dan semoga masih ada rindu
Biar kupeluk erat tubuhmu pada temu
Yang selama ini dinanti
Yang selama ini ditagi

Kuyakinkan rasaku pada kata
Kujawab semua tanyamu pasa bahasa
Untuk tetap setia bersamamu
Dan untukmu rindu masih ada dan selamanya

Makassar, 3 Maret 2019
→○○~
SEJUTA HARAPAN
/PDJ/ (11)
Oleh: Djik22

Kau adalah rindu yang mendayu
Kau adalah rasa yang bercahaya
Mewakili diri biar bisa berujung temu
Pada sebuah waktu berkala kita menyapa

Hatimu sedang kosong tanpa diisi rasa
Beri sejuta rayu untuk menginap
Biar hanya lewat tinta kau berkata dalam maya
Biar sebuah kehadiran tiba tanpa malu

Aku tak sedang mengatakan
Kalau harapanmu terlalu jauh
Aku tak sedang persoalakan hakmu perihal hati
Karena kau adalah rasa yang nyata
Karena kau adalah seribu raut yang memikat

Hariku akan terus berubah
Ketika kau berlabu untuk bertemu
Biar seribu kesalahan pernah menimpamu
Biar seratus kasih yang menyakiti hati

Aku terimamu dengan keikhlasan
Aku merindumu tapi hanya mampu kutuang dalam puisi
Karena kaulah segala dari inspirasi
Karena kau adalah cinta yang diutus oleh Sangmaha R A S A

Padaku kau sering jujur
Padaku kau tak berani kabur
Dan aku bertanya untuk menemukan jawaban
Bagaimana dengan sejuta harapanmu?

Makassar, 9 Maret 2019
→○○~
PADA HATI
/PDJ/ (12)
Oleh: Djik22

Pada hati rasa tak kita biarkan lewat
Pada kata kita bermuara dan selalu awet
Ditemani kopi mengisi rasa ingin tahu
Pecahkan hiruk-pikuk pikiran dan keadaan kota

Dan pada hati kita masih sepi
Karena arah tuju belum pasti
Dari rasa yang terus mencair
Dari bahasa yang sering mengambang

Pada hati kita menaruh harap
Biar dalam keadaan tertutup
Aku ingin memelukmu
Aku ingin rindu menjadi temu

Adalah temu tentang menjawab keberanian
Adalah temu menjawab rindu yang bertahan
Yang sering kali kita layangkan
Yang sering kali bertaruh tanpa hadiah

Karena hadiah rindu adalah pertemuan
Karena hadiah rasa adalah keterbukaan
Namun saat itu pun belum tiba
Karena kita masih saling bersembunyi

Aku merindumu tanpa dilekatkan wibawa
Aku mengimbangimu tanpa menggurui
Pada setiap kata yang diutarakan
Pada setiap setia yang masih abu-abu

Harapku dengan hati
Kelak akan aku jemput di rumahmu
Biar kubawa pulang
Dengan Bismillah sebagai kekasih halalku

Makassar, 15 Maret 2019
→○○~
JANGAN BIMBANG
/PDJ/ (13)
Oleh: Djik22

Katamu kita terlalu larut dalam suguhan kata
Kita terlalu banyak menyusun kata
Namun bagimu hanya sebatas ilusi
Atau pun tanpa kepastian menyapa

Hingga pengaruhi alur pikirmu memberi dakwaan
Ialah hatiku yang sudah berpenghuni
Dan membuat pulangmu penuh ragu-ragu
Di jalan sepi yang masih abu-abu

Bukankah temu telah menjawab ragu?
Apakah rindumu belum kutunaikan?
Hingga hatimu jadi bimbang
Hingga pulangmu terasa mengambang

Aku ingin katakan dengan jujur
Kalau rasaku padamu tak akan kadaluarsa
Kalau mencintaimu tak akan ada keluh
Karena aku menjagamu dengan doa
Yang kuamini dengan keteduhan hati

Masih tentang rasa
Yang kau tuang lewat puisi
Yang kau harap lewat sujud
Yang kau utarakan lewat keterbukaan

Hanya sebuah pesan untuk menghapus bimbang
Bahwa diriku sepenuhnya untukmu
Bahwa ragaku segalanya untuk jiwamu
Hingga kau dan aku tetap bahagia dalam satu rumah

Jadi...
Jangan kau urungkan niat
Jangan kau ragukan yang sudah diutarakan
Karena sekali setia aku tak akan berkhianat

Makassar, 18 Maret 2019
→○○~
MERAWAT RINDU
/PDJ/ (14)
Oleh: Djik22

Rindu adalah alasan kita bertemu
Rasa adalah alasan kita saling memberi kabar
Tanpa harus mengungkap jujur jadi kabur
Karena kita yakin pada rindu yang sedang menggebu

Pintaku jangan kau bimbang
Karena rasaku padamu
Tetap kujaga di dasar kalbu
Tetap menjadi janji yang terus memikat

Maka...
Biarkan rasa mengalir dengan derasnya
Biarkan rindu menjangkit jadi ramai
Hingga setia tetap jadi landasan bertangkai

Ialah tangkai mengajarkan masa depan
Ialah batang yang meminta kita berteduh
Walau suasana terus menghajar
Tentang sayang yang sering terucap

Sebab...
Aku percaya pada rindu yang kau suguhkan
Aku yakin pada kesepakatan yang terbangun
Tersulam jadi tali penguat sebuah hubungan

Dengan sabar kau menanti
Dengan hati kau menunggu
Kalau kita tetap akan bertemu
Di bawah bendera rasa tanpa sebuah doktrin

Karena doktrin tak pantas singgah
Karena kau dan aku
Mengharapkan saling berbagi
Ialah cinta dan sayang dibalut Bismillah

Sebab...
Saling mencintai adalah tugas kita
Dan menjagamu adalah kewajibanku
Karena kita adalah sepasang yang merawat rindu

Makassar, 20319 | Djik22
→○○~
PILIHANMU
/PDJ/ (15)
Oleh: Djik22

Aku tak merayu waktu
Aku tak
 menyiakan-nyiakan temu
Karena rinduku tak menggebu-gebu
Namun rindu dan rasaku ikhlas berharap ridho-Nya

Akulah kasih yang pasti
Akulah rasa yang berjiwa
Tapi...
Anggapanmu rasaku hanyalah sandiwara

Sampai...
Kau ragu-ragu untuk terus berjalan
Di atas kesepakatan lembut yang terbangun
Dan kau coba untuk menghindar

Aku tak mencari yang bercadar
Aku tak pernah penjarakan rasa
Karena aku ingin
Kau adalah tetap jadi surga yang berjalan

Iya...
Kita memang merawat rindu
Kita memang menjaga rasa
Namun niatmu sering urung
Janjimu perlahan mulai termakan goda

Padahal...
Kau dan aku
Mengawali dengan Bismillah
Temui amin tanpa henti

Jangan urungkan niatmu
Jika ada orang ketiga
Karena aku bukan bayangan
Karena aku bukan tempat disalahkan

Aku bertanya
"Beginikah jalan takdir persinggahan?"
Kalau pilihanmu mulai kabur
Membuat rasa rindu semakin samar-samar

Makassar, 22 Maret 2019
→○○~

Komentar

Populer

FILOSOFI DAUN PISANG

Harapan dan mimpi dari setiap kepala tidak semua terpenuhi dengan usaha dan praktik. Tapi masih membutuhkan untuk saling dekat dan merespon segala polomik. Di masa yang akhir ini, perutmu telah melahirkan bayi yang masih merangkak dipaksa berjalan di kerikil jalan persimpangan. Dari rawat dan buaian, telah membuka mata batin, mengevaluasi adalah jalan yang tepat. Karena kurangnya menilai dari setiap sisi. Sehingga lahir dua persimpangan kiri kanan jalan. Mata telah terang, langkah sudah tepat, bersama sudah terpupuk, kesadaran mulai bangkit. Berdiri dan bergerak. Saatnya cahaya jadi penerang. Titipan amanah 20 21 11 14 jadi bahan belajar bersama. Filosofi "Daun Pisang dan Bidikan Panah yang Tepat" telah ditemui jawaban dan makna yang dalam. Dia bukan sekedar kata, tapi dialah nyawa setiap yang di dalam. Makassar, April 2017 By: Djik22

TOGAKU TAK IBU SAKSIKAN

Perjuanganmu ibu Mengantarkanku meraih mimpi Mataku lembab berhari-hari Setiap saat mengingat ibu Harapan ibu Aku tetap kuat Aku tetap melaju Tapi ibu Saat bahagiaku Takku tatap lagi ibu Wajah bersinar hadir dalam mimpiku Kala itu ibu Ibu Toga dan pakian kebahagiaanku Semua untuk ibu Togaku tak ibu saksikan Karena ibu telah tiada Yakinku ibu senyum melihatnya Tetap tersenyum di sisiku ibu Dua puluh tiga November dua ribu tiga belas Dua kali dengan angka tiga Ibu telah berbaring bergegas Makassar Minggu, 1 Oktober 2017 By: Djik22

PERLUKAH JEMBATAN PALMERAH?

Sedikit menggelitik, ketika wacana pembangunan jembatan Palmerah. Wacana ini, hadir di beberapa tahun terakir. Di tahun 2017, tidak kala seksi pendiskusian jembatan Palmerah. Maka muncullah pro dan kontra. Padahal merefleksikan wacana ini sangat penting. Kenapa Wacananya Jembatan Palmerah? Mari kita menganalisa secara seksama. Pertama, jembatan Palmerah adalah sejarah pertama di Indonesia bila terbangun. Karena menyambungkan dua pulau, yaitu Pulau Adonara dan Pulau Flores (Larantuka). Jarak jembatan Palmerah dengan panjang bentangan 800 meter akan dipasang turbin 400 meter. Kedua, persoalan proses pembangunan jembatan Palmerah dibutuhkan dana tidak sedikit. Diperkirakan dana mencapai Rp. 51 triliun. Hal ini, perlu dipikirkan. Karena Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTT pada tahun 2016 hanya mencapai Rp. 3,8 triliun. Sama halnya pemerintah mengajak kita mengutang dengan investor (swasta). Ketiga, jembatan Palmerah bukan proses meninabobokan masyarakat Flores Timur

ADONARA DALAM PUISI

Petuah kata sejarah Masih temani kaki untuk melangkah Dalam bayang-bayang ibu kuatkan hari Dalam jelmaan ayah pancarkan cahaya hati Hingga tebal awan kota Ingatkan suasan desa Dihimpit berdiri megahnya Ile Boleng Didekatkan Bukit Seburi tanah kampung Karena kitalah gunung yang berdiri Karena kitalah bukit yang menyapa Membawa bisikan bahari Ketika menghadap ke arah pantai Sampai kata dan petuah terus mengikut Wariskan api dari generasi ke generasi Tentang pentingnya menjaga kata Tentang indahnya memakai tenun ikat Maka... Tak kulupakan petuah indah dan keramat Tak kuingkari segala kata-kata bernyawa Di atas alam ditaburi darah dan air mata Karena air mata Bukan hanya tentang tangisan Bukan hanya tentang derita tanpa rasa Namun air mata darah tanda perjuangan Maka... Untuk mengingatmu yang di gunung Untuk mengenangmu yang di pantai Aku mengisi kata-kata lewat puisi Karena darah dan bisikan kata terus diasa Biar perang telah terganti buka dan pena

ANTARA (576)

Sering ada perbandingan pada kata 'antara' ketika diapit oleh kalimat. Antara kau dan aku ternyata banyak perbedaan, antara kau dan dia memiliki banyak kesamaan. Antara pacar dan mantan adalah orang yang pernah berlabu dan sementara bertahan. Baik terkandas di tengah jalan, mau pun mampu melewati batas getir yang melampau kesabaran. Namun, pada kata 'antara' seolah jadi misteri yang tersembunyi. Serupa kolom kosong yang disembunyikan dengan untain doa. Lalu, dipercaya menjadi sebuah legenda atau mitos. Bagaimana sesuatu yang dipercaya tapi tak pernah diinderai? Apakah setan yang berpenampilan putih pada malam Jumat hanya menakut-nakuti? Kemudian muncul pertanyaan, siapa yang menjahit pakian putih yang dipakai setan? Ulasan ini, aku dapati saat duduk di bangku SD. Sang guru selalu menakut-nakuti pada setiap siswa. Bahwa malam Jumat selalu ada tanda ketika melewati tempat-tempat gelap. Saat itu, aku dan kawan-kawan sebayaku selalu percaya. Namun, batang hidung p

KARYAMU TETAP MEMIKAT

Foto: Abdul Rahim (Khalifah05) Ketika doa-doa Telah kau panjat Dengan lemah-lembut Pada Tuhan Yang Esa Tak lupa pula Pintamu Pada para pendahulu Dengan merinding bulu-bulu Begitu dalam penghayatan Bersama angin Bersama waktu Bercampur masa lalu Maka... Yakin pun mendalam Tak secuil akan buram Tampak pada kaca belaka Namun ia selalu melekat Selalu mempererat Antara roh dan jasat Hingga karyamu tetap memikat Makassar Jumat, 21 September 2018 By: Djik22

PEMUDA SAHABAT PERUBAHAN (397)

Indonesia adalah negara yang terdiri dari ragam perbedaan. Baik suku, ras agama, budaya, dan corak berpikir. Inilah bagian kekhasan dari bangsa ini. Dengan kekhasan tersebut, maka tak heran bangsa Indonesia dikenal dengan kemajemukan dan menjujung tinggi perbedaan. Sebab perbedaan adalah varian dari semangat menuju persatuan. Belum lagi menerobos batas wilayah yang terdiri dari beberapa provinsi. Perlu kita menelisik lebih jauh lagi tentang bagaimana membangun tatanan bangsa. Supaya mampu keluar dari zona ketertinggalan. Ternyata, ketertinggalan adalah salah satu masalah dari apa yang dirasakan setelah revolusi Indonesia didengungkan. Walau merdeka secara pengakuan sudah memhudata sampai ke telinga anak cucu. Tapi pertanyaan besar yang harus dijawab, Kenapa merdeka secara praktik/ penerapan jauh panggang dari api? Ketika secara penerapan dalam kehidupan berbangsa mulai melenceng dengan dasar negara, maka harus kembali mengamalkan nilai-nilai kebaikan yang telah diletakan oleh